Minggu, 07 Agustus 2022

Derita Anak Kos Berbuah Hadiah Nobel

 

Aplikasi praktis pertama radioisotop dibuat oleh seorang pria Hungaria bernama George de Hevesy pada tahun 1911.

Pada saat itu de Hevesy adalah seorang mahasiswa muda yang bekerja di Manchester, mempelajari bahan radioaktif alami. Tidak memiliki banyak uang, dia tinggal di akomodasi sederhana dan makan di induk semangnya. Dia mulai curiga bahwa beberapa makanan yang muncul secara teratur mungkin terbuat dari sisa makanan dari hari-hari atau bahkan minggu-minggu sebelumnya, tetapi dia tidak pernah bisa memastikan. Untuk mencoba dan mengkonfirmasi kecurigaannya, de Hevesy memasukkan sejumlah kecil bahan radioaktif ke dalam sisa makanannya.

Beberapa hari kemudian, ketika hidangan yang sama disajikan lagi, dia menggunakan alat pendeteksi radiasi sederhana – elektroskop daun emas – untuk memeriksa apakah makanan itu radioaktif. Benar, dan kecurigaan de Hevesy terbukti. Sejarah telah melupakan sang induk semang, tetapi George de Hevesy kemudian memenangkan hadiah Nobel pada tahun 1943 dan penghargaan Atom untuk Perdamaian pada tahun 1959. Ini adalah penggunaan pertama perunut (tracer) radioaktif – sekarang aplikasi lumrah dalam ilmu lingkungan.

Sumber: WNA, The Many Uses of Nuclear Technology

Selasa, 09 April 2013

Undangan SU APRI (Sidang Umum Asosiasi Proteksi Radiasi Indonesia)

Yth. WN Indonesia yang berprofesi proteksi radiasi (praktisi/ahli/peneliti/pengawas proteksi dan keselamatan radiasi termasuk radiologi lingkungan dan radioekologi serta para pengambil kebijakan dalam proteksi dan keselamatan radiasi)

Kami mengajak bergabung dalam organisasi APRI dengan berpartisipasi dalam SU APRI pada

     Hari     : Sabtu 18 Mei 2013
     Pukul   : 9:30
     Tempat: Gd. PDIN BATAN, Jl. Lebak Bulus Raya, Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Untuk registrasi, silakan isi formulir berikut dan kirimkan ke email/alamat yang ada di formulir.
Formulir registrasi SU APRI.
(https://www.dropbox.com/s/fm455xjn54b2nls/formulir%20pendaftaran%20SU%20APRI.doc)

Terimakasih.

Salam,
Syahrir
Ketua Panitia SU APRI

Selasa, 03 April 2012

Asosiasi Proteksi Radiasi Indonesia

Dear rekan seprofesi,

Dulu kita pernah punya asosiasi profesi ini kemudian mati (suri). Apakah tidak saatnya kita hidupkan lagi. Banyak hal berbeda kondisi dulu dengan sekarang baik dari skala kegiatan maupun perkembangan disiplin proteksi radiasi itu sendiri. Cuma, belajar dari kegagalan yang lalu, kita harus mempersiapkan dengan matang. Mari kita pikirkan bersama untuk dapat diambil tindakan yang tidak terlalu lama.

Salam,
Syahrir